Redaktur: Redaksi
Ilustrasi menggunakan Perekat yang Membantu Mengurangi Risiko Keramik Kopong. (Istimewa)
Keramik bunyi kopong bukan cuma salah tukang. Kenali penyebabnya dan tips mencegah keramik kopong agar lantai lebih kuat dan tahan lama.
Afiliasi.net - Baru hitungan minggu dipasang, tapi keramik sudah bunyi "kopong" saat diinjak? Rasanya seperti ada yang kosong di keramik. Jangan terburu-buru menyalahkan tukang. Masalah ini lebih kompleks dari sekadar persoalan tukang yang tidak ahli.
Ada rantai penyebab di balik keramik berbunyi kopong ini. Mulai dari pemilihan ukuran keramik yang tidak sinkron dengan jenis perekat, hingga kondisi dasar lantai yang kurang prima.
Jika dibiarkan, rongga udara ini bukan menimbulkan suara yang mengganggu, tapi juga risiko keramik pecah. Mari kita ulas cara menghindarinya demi lantai yang rata dan berkualitas.
Keramik disebut “kopong” ketika bagian bawahnya tidak menempel sempurna ke lantai dasar atau perekat, sehingga menyisakan rongga udara. Rongga inilah yang menimbulkan bunyi kosong saat keramik diketuk atau diinjak.
Tanda-tanda keramik kopong, antara lain:
Mengapa keramik kopong bisa menyebabkan bahaya? Sebab bukan karena persoalan bunyi saja. Dalam jangka panjang, area yang tidak menempel sempurna akan menerima beban tidak merata.
Akibatnya, keramik lebih mudah retak, pecah, atau terlepas, terutama di area yang banyak dilewati atau area basah.
Ada beberapa penyebab mengapa keramik kopong yang jarang disadari oleh banyak orang, antara lain:
Jika perekat tidak menutup seluruh permukaan di bawah keramik, akan terbentuk kantong udara. Inilah penyebab paling umum keramik kopong, terutama pada pemasangan cepat tanpa kontrol kualitas.
Ukuran dan pola trowel sangat berpengaruh. Pola yang tidak sejajar atau gerakan acak membuat perekat tidak “mengunci” sempurna saat keramik ditekan.
Keramik ukuran besar (large format tile) membutuhkan teknik khusus. Jika dipasang seperti keramik kecil tanpa penyesuaian, risiko kopong meningkat drastis.
Lantai dasar yang tidak rata, berdebu, rapuh, atau masih lembap membuat perekat gagal menempel maksimal. Akibatnya, ikatan antara keramik dan substrat menjadi lemah.
Terlalu banyak air membuat perekat kehilangan kekuatan, terlalu sedikit membuatnya sulit diratakan. Konsistensi adukan sangat menentukan kualitas ikatan.
Area seperti kamar mandi, balkon, atau kolam membutuhkan perekat dengan karakter khusus. Menggunakan perekat standar di area ini meningkatkan risiko kopong dan lepas.
Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar keramik tidak bunyi kopong:
Sebelum pasang, pastikan lantai dasar bebas debu, minyak, dan bagian rapuh. Permukaan yang siap adalah fondasi utama pemasangan keramik yang solid.
Semakin besar keramik, semakin besar ukuran trowel yang dibutuhkan. Ini membantu perekat menyebar merata dan menutup permukaan dengan optimal.
Untuk keramik ukuran besar, aplikasikan perekat tipis di bagian belakang keramik (back-buttering). Teknik ini membantu menghilangkan rongga udara saat pemasangan.
Setiap perekat memiliki open time. Jika pemasangan dilakukan setelah perekat mulai mengering di permukaan, daya rekatnya akan menurun drastis.
Sebaiknya, Anda tidak asal dalam memilih perekat keramik. Apalagi jika menggunakan keramik besar, atau untuk arena yang basah.
Pemilihan perekat yang tepat membantu menutup rongga, meningkatkan daya rekat, dan mengurangi risiko kopong. Terutama pada kondisi tempat pasang yang sulit.
Tidak semua keramik harus dipasang dengan perekat biasa. Ada kalanya Anda harus menggunakan yang premium, antara lain:
Keramik besar membutuhkan daya rekat tinggi dan kemampuan menahan beban yang lebih baik.
Area basah membutuhkan perekat yang tahan air dan tetap stabil dalam kondisi lembap.
Memasang keramik baru di atas keramik lama membutuhkan perekat dengan daya rekat ekstra agar ikatan tetap kuat.
Kesimpulannya, bunyi kopong bukan semata-mata kesalahan tukang. Faktor material, teknik aplikasi, kondisi substrat, dan jenis perekat sama-sama berperan besar. Memahami penyebabnya membantu kita mengambil keputusan yang lebih tepat sejak awal.
Untuk proyek yang menggunakan keramik ukuran besar, area basah, atau aplikasi tile-on-tile, SikaCeram®-200 TA Tilefix dirancang sebagai perekat keramik premium dengan daya lekat sangat baik.
Produk ini cocok untuk berbagai aplikasi, termasuk area terendam air. Bisa juga membantu mengurangi risiko keramik mengangkat atau kopong jika diaplikasikan dengan teknik yang benar.
Sika telah berpengalaman selama 115 tahun dan sudah menangani banyak project nasional maupun internasional. Misalnya saja proyek Solusi Car park Flooring di Gedung BUMN Center.
Selain itu, ada juga proyek Renovasi Museum Zeitz yang berskala internasional. Sika juga yang pertama kali mencetuskan waterproofing semen di Indonesia.
Apabila Anda telah melakukan persiapan yang tepat dan memilih perekat yang sesuai, pemasangan keramik bisa terasa lebih solid dan awet. Bebas bunyi kopong dalam jangka panjang.
Anda bisa mendapatkan perekat Sika melalui Official Store Sika di Shopee. Apabila ingin mengetahui produk Sika lainnya, segera cek produk di laman resmi Sika. (*)
Editor: Redaksi
TOPIK BERITA TERKAIT:
#perekat-keramik #sika #keramik-ukuran-besar #keramik-kopong #renovasi-rumah