Selasa, 10 Maret 2026 02:33 WIB

Daerah

Sebut Sebagai Peluang Bagi Petani, DPRD Kaltim Minta Warga Tak Panik Hadapi Kenaikan Harga Pangan

Redaktur: Redaksi
| 0 views

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle saat ditemui. (Istimewa)

Samarinda, Afiliasi.net - Fenomena lonjakan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri kembali membayangi pasar-pasar di Kalimantan Timur. Namun, DPRD Kaltim meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menyikapi kenaikan ini dengan bijak, sembari melihat sisi positif bagi para produsen pangan lokal.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menilai kenaikan harga komoditas seperti cabai, bawang, dan beras merupakan pola tahunan yang tidak selalu merugikan. Bagi para petani, momentum ini justru menjadi napas baru setelah seringkali terhimpit rendahnya harga saat masa panen raya.

“Setiap menjelang Lebaran biasanya ada dampak secara sistemik terhadap harga bahan pokok. Petani kita sering berada pada posisi yang kurang diuntungkan ketika harga turun. Jadi kalau sesekali harga naik, itu juga bisa menjadi kesempatan bagi mereka untuk menikmati hasil panennya,” ujar Sabaruddin Panrecalle, Senin, 9 Maret 2026.

Meskipun harga merangkak naik, Sabaruddin memastikan bahwa ketersediaan stok pangan di Benua Etam masih sangat mencukupi untuk memenuhi lonjakan permintaan. Koordinasi dengan instansi terkait di 10 kabupaten dan kota menunjukkan bahwa jalur distribusi tetap lancar meski terdapat pengaruh dari dinamika ekonomi global.

Politikus ini juga mengingatkan warga agar tidak melakukan aksi borong atau panic buying. Tindakan tersebut justru dikhawatirkan akan memicu kelangkaan semu yang justru merusak stabilitas harga di pasar.

“Tidak perlu panic buying. Stok pangan kita di Kalimantan Timur masih cukup dan kondisi di seluruh kabupaten dan kota sejauh ini masih terkendali. Kami mengajak masyarakat tetap tenang dan bijak dalam berbelanja,” tegasnya.

Pemerintah dan legislatif akan terus memantau pergerakan harga di pasar-pasar induk guna memastikan kenaikan yang terjadi masih dalam batas kewajaran dan tidak memberatkan daya beli masyarakat secara ekstrem. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #dprd-kaltim #sabaruddin-panrecalle #harga-pangan-lebaran #ramadan-2026 

Berita Terkait

IKLAN



Berita Lainnya

Terpopuler