Sabtu, 20 April 2024 01:11 WIB

Nusantara

Mengenal Cap Go Meh, Puncak Perayaan Tahun Baru Imlek

Redaktur: Redaksi
| 75 views

Perayaan Cap Go Meh (Republika)

Afiliasi.net - Tepat pada hari ini Sabtu (24/2/2024), merupakan hari kelima belas dari bulan pertama dengan hitungan tahun Imlek. Menurut budaya China, hari ini merupakan puncak dari perayaan tahun baru Imlek yang disebut Cap Go Meh.

Cap Go Meh memiliki maknanya tersendiri serta perayaan yang menyenangkan, simak penjelasannya.

Dikutip dari DetikSulsel yang melansir dari Jurnal Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta yang berjudul 'Nilai-nilai Tradisi Budaya Cap Go Meh pada Masyarakat Cina Benteng di Tangerang sebagai Sumber Pembelajaran di Sekolah', istilah Cap Go Meh berasal dari bahasa Hokkien 'Chap Goh Meh' (十五冥) yang berarti malam kelima belas.

Karena perayaannya ini biasanya menggunakan lampion, masyarakat Tionghoa di Indonesia dan Malaysia. Sedangkan di Tiongkok, perayaan ini dikenal dengan nama Festival Lampion (元宵節; Pinyin: yuánxiāo jié).

Cap Go Meh memiliki makna yang penuh arti. Terdapat berbagai macam makna dari perayaan Cap Go Meh itu sendiri bagi etnis Tionghoa. 

Cap Go Meh mengandung makna spiritual yang diyakini besar manfaatnya bagi seluruh masyarakat. Perayaan ini juga menjadi ajang bagi keluarga untuk bersilaturahmi dengan keluarga lainnya untuk merayakannya bersama-sama.

Adapun tradisi yang paling populer untuk merayakan Cap Go Meh di antaranya:

1. Menyalakan dan Menonton Lampion

Menyalakan dan menikmati lampion adalah kegiatan utama Cap Go Meh. Lampion-lampion tersebut terlihat tersebar di berbagai tempat, mulai dari rumah-rumah, pusat perbelanjaan, taman, hingga jalan-jalan.

Menyalakan lampion melambangkan "menerangi masa depan". Ini menjadi cara bagi masyarakat Tionghoa untuk berdoa agar masa depan mereka berjalan lancar, serta sebagai wujud harapan terbaik untuk keluarga mereka.

2. Menebak Teka-teki Lampion

Pada perayaan tersebut, para pemilik lampion membuat teka-teki yang ditulis di atas kertas, kemudian melekatkannya pada lampion berwarna-warni. Masyarakat pun berkumpul untuk mencoba menebak teka-teki yang terdapat di lampion tersebut.

Jika seseorang merasa memiliki jawaban yang tepat, mereka dapat menarik teka-teki tersebut dan pergi ke pemilik lampion untuk memeriksa jawabannya. Apabila jawaban tersebut benar, biasanya akan diberikan hadiah kecil sebagai penghargaan.

3. Makan Tangyuan (Yuanxiao)

Makan tangyuan adalah tradisi penting dalam Cap Go Meh. Tangyuan (汤圆 tāngyuán /tung-ywen/ 'sup bulat'), juga disebut yuanxiao adalah bola-bola beras ketan yang direbus dalam kuah manis.

Karena sebutan tangyuan yang menyerupai tuanyuan (团圆 /twan-ywen/ 'putaran kelompok'), yang memiliki makna 'reuni' dan 'kelengkapan', masyarakat Tionghoa meyakini bahwa bentuk bulat dari tangyuan dan mangkuknya melambangkan keutuhan dan kebersamaan. Terdapat pepatah keberuntungan yang populer ketika menikmati tangyuan, yaitu 团团圆圆 (/Tuántuán yuányuán / 'kelompok-kelompok bulat-bulat'): 'Selamat reuni (keluarga)!'.

4. Menyaksikan Tarian Naga dan Barongsai

Sebagai dua tarian rakyat tradisional yang paling terkenal di Tiongkok, tarian naga dan singa adalah hal yang umum selama Cap Go Meh. Masyarakat Tionghoa menganggap singa sebagai simbol keberanian dan kekuatan dan percaya bahwa kemunculannya dapat mengusir kejahatan dan melindungi manusia dan ternak mereka.

Selain itu, orang Tionghoa juga memuja naga dan menganggapnya sebagai simbol keberuntungan.


TOPIK BERITA TERKAIT: #cap-go-meh #hari-puncak #perayaan-malam-baru 

Berita Terkait

IKLAN