Sabtu, 01 Oktober 2022 09:38 WIB

Advetorial

Polemik Penjualan Bensin Eceran, Ini Kata Ketua Komisi I DPRD Samarinda

Redaktur: Rahmadani

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal. (Istimewa).

Samarinda, Afiliasi.net – Polemik penjualan bahan bakar minyak (BBM) ecer oleh masyarakat mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk oleh Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Joha Fajal.

Pasalnya, usaha yang dijalankan masyarakat tanpa izin dan sudah kadung menjamur itu kerap memicu peristiwa kebakaran di Kota Tepian, sebutan Kota Samarinda. Seperti yang teranyar terjadi di Jalan AWS yang memakan korban sebanyak 7 orang meninggal.

Joha sapaannya menyampaikan, sejauh ini belum ada peraturan daerah (Perda) yang mengatur larangan penjualan BBM di luar dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

"Segala sesuatu yang belum diatur, sebenarnya tidak bisa dikatakan melanggar. Tapi kalau ada Perda yang mengatur bahwa Pertamini atau masyarakat yang jual eceran itu harus punya izin, baru bisa dikatakan ilegal jika memang tidak ada izinnya," saat dihubungi melalui telepon, Jumat , 22 April 2022.

Meski demikian, Joha mengatakan tak ada masalah jika pemerintah kota ingin melakukan penertiban fenomena penjual BBM eceran. Hanya saja, ditegaskannya langkah tersebut harus didasarkan pada aturan yang mengikat.

"Sila saja, cuma kan harus ada aturan yang mengikat itu, makanya saya tidak berani mengatakan itu ilegal karena belum ada aturan yang melanggarnya," bebernya.

Politisi asal Partai Nasdem itu menyebut, penindakan terhadap penjual BBM ecer atau 'Pertamini' bisa dilakukan bila sudah ada Perda yang mengatur. Jika tidak, sebut saja Joha, masyarakat masih memiliki hak untuk jualan.

"Makanya harus betul-betul dianalisa, karena menyangkut perusahaan milik negara. Kalau Perda-nya ada yang melarang, ya berarti yang menindak nanti adalah daerah. Sejauh ini belum ada," pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Samarinda bersama PT Pertamina Patra Niaga menggelar pertemuan pada Kamis, 21 April 2022 kemarin di Balai Kota.

Namun pertemuan tersebut belum menemukan titik temu dari solusi fenomena penjualan BBM eceran ataupun 'Pertamini'. Sorotan masalah ini berangkat dari peristiwa kebakaran di Kota Tepian yang dipicu oleh usaha BBM eceran. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #dprd-samarinda #joha-fajal #bbm-ecer 

Berita Terkait

IKLAN



Berita Lainnya

Terpopuler