Minggu, 05 Februari 2023 11:45 WIB

Advetorial

Jaga Persatuan, Haji Alung Gelar Sosialisasi Kebangsaan di Muara Kaman Ilir

Redaktur: Rahmadani

Aggota DPRD Kaltim saat menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Soswabang) di Dusun Sumber Mulia, Desa Muara Kaman Ilir, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara pada Senin, 28 November 2022. (Istimewa)

Afiliasi.net - Anggota DPRD Kaltim Daerah Pemilihan Kabupaten Kutai Kartanegara, Muhammad Syahurun, menyatakan bahwa Pancasila, harus menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itulah yang mendasari DPRD Kaltim mengagendakan Sosialisasi Kebangsaan sebagai kegiatan rutin.

Menurutnya pemahaman tentang Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI penting untuk disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kecintaan kepada bangsa dan negara.

"Kami 55 Anggota DPRD Kaltim, akan turun ke masyarakat untuk Sosbang ini. Pancasila sebagai landasan hidup berbangsa dan bernegara, kebhinekaan dan gotong royong harus terus tumbuh di seluruh masyarakat," jelasnya saat menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Soswabang) di Dusun Sumber Mulia, Desa Muara Kaman Ilir, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara pada Senin, 28 November 2022. 

Ia mengatakan bahwa Indonesia dibentuk karena semangat persatuan, kesatuan dan gotong royong. Meski berbeda suku dan agama Indonesia mampu lepas dari belenggu kolonialisme. Perjuangan dari para pendiri bangsa ini lah yang sebutnya harus tetap dijaga dalam bermasyarakat.

"Kita ini lebih dari 1.300 suku bangsa di Indonesia, ini harus tetap bersatu, mencintai tanah air," tegas Politisi Golkar yang akrab disapa Haji Alung itu. 

Pada kesempatan tersebut, Haji Alung juga menghadirkan Ahmad Fadillah, sebagai narasumber. Ahmad katakan bahwa wawasan kebangsaan yang digelar kali ini memang patut diapresiasi ditengah degradasi moral akan paham liberal dan radikal yang mendoktrin sejumlah masyarakat.

Ahmad juga banyak mengulas sejarah panjang Pancasila sebagai ideologi bangsa yang diibaratkan olehnya sebagai pondasi utama sebuah gedung.

"Jadi, Indonesia bukan hanya milik satu golongan saja. Makanya Indonesia disebut sebagai negara kesatuan," tambah dia mengakhiri. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #dprd-kaltim #muhammad-syahrun 

Berita Terkait

IKLAN