Kamis, 26 Februari 2026 05:17 WIB

Daerah

Program MBG Samarinda Disorot: Roti Diduga Berjamur Beredar di Sekolah, BGN Perketat Seleksi UMKM

Redaktur: Redaksi
| 25 views

Koordinator wilayah Samarinda Badan Gizi Nasional (BGN), Hariyono.(Istimewa)

Samarinda, Afiliasi.net - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda diterpa isu miring. Sebuah temuan di salah satu sekolah dasar melaporkan adanya menu roti yang diduga sudah berjamur dan tidak dilengkapi identitas produsen serta sertifikasi resmi. Kondisi ini memicu kekhawatiran orang tua siswa terkait standar keamanan pangan program nasional tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Wilayah Samarinda Badan Gizi Nasional (BGN), Hariyono, menegaskan bahwa pihaknya memprioritaskan UMKM lokal sebagai pemasok guna mendukung ekonomi sirkular. Namun, ia menekankan bahwa setiap UMKM wajib memiliki izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga).

“BGN memprioritaskan UMKM, namun syaratnya harus memiliki izin PIRT. Produk UMKM umumnya tidak memakai pengawet sehingga masa simpannya singkat, hanya tiga sampai lima hari,” ujar Hariyono, Rabu (25/2/2026).

Hariyono mengakui adanya celah pengawasan dan berjanji akan memberikan instruksi tegas kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar lebih selektif dalam memilih supplier. SPPG diwajibkan melakukan pengendalian mutu yang lebih ketat sebelum makanan didistribusikan ke tangan siswa.

Selain soal kualitas, BGN juga meluruskan persepsi masyarakat mengenai anggaran. Meskipun sering disebut senilai Rp15.000 per porsi, nilai riil bahan baku yang dikonsumsi siswa adalah Rp10.000 untuk jenjang SD dan Rp8.000 untuk PAUD/TK. Selisih anggaran tersebut digunakan untuk biaya operasional, honor relawan, serta pemeliharaan gedung SPPG.

“Kami akan pertegas lagi kepada SPPG agar proses pengambilan barang lebih ketat lagi. Pengadaan bahan baku dilakukan yayasan mitra, namun kendali mutu ada di SPPG,” imbuhnya.

Insiden ini menjadi catatan penting bagi SPPG yang baru diluncurkan, seperti SPPG Muhammadiyah Teluk Lerong Ilir, yang kini sedang mengelola distribusi ribuan porsi makanan kering selama bulan Ramadan. Keamanan dan kesegaran paket makanan seperti roti, kurma, dan susu kini menjadi fokus utama agar niat baik pemenuhan gizi tidak justru berdampak buruk pada kesehatan siswa. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #makan-bergizi-gratis #sppg-samarinda 

Berita Terkait

IKLAN



Berita Lainnya

Terpopuler