Rabu, 11 Februari 2026 07:33 WIB

Daerah

Soal Keluhan Air Keruh, Andi Harun Ajak Warga Samarinda Objektif Lihat Upaya Perumdam

Redaktur: Redaksi
| 0 views

Wali Kota Samarinda Andi Harun. (Istimewa)

Samarinda, Afiliasi.net - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memberikan tanggapan terkait suara keluhan warga mengenai kualitas air bersih yang terkadang masih keruh di beberapa titik. Ia berharap publik dapat memberikan penilaian yang proporsional dan memahami proses teknis yang mendasari gangguan sementara tersebut.

Wali Kota menekankan bahwa insiden air keruh biasanya berkaitan erat dengan jadwal perawatan rutin seperti pengurasan instalasi. Ia meminta agar gangguan singkat tersebut tidak dijadikan ukuran mutlak kegagalan pelayanan selama setahun penuh.

“Saya juga mohon teman-teman bantu terhadap pihak-pihak yang terlalu mendramatisir. Kenapa saya bilang mendramatisir? Satu tahun perjalanan bersih, tiba-tiba ada satu waktu PDAM melakukan pengurasan, ada satu-dua rumah yang terkena dampak. Ya, kita objektif saja,” ucap Andi Harun, Rabu 11 Februari 2026.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa karakteristik air baku di Samarinda yang berasal dari Sungai Mahakam dan Sungai Karang Mumus memiliki tantangan tersendiri dibandingkan daerah lain, terutama saat fenomena alam tertentu terjadi.

“Pada kondisi tertentu memang sumber air baku kita berbeda dengan di Jawa. Sumber air baku kita adalah bangai (Sungai Mahakam), Sungai Karang Mumus,” terangnya.

Andi Harun mencontohkan kondisi di wilayah Bengkuring, di mana proses pembersihan pipa distribusi secara otomatis akan mengangkat endapan kotoran. Namun, ia menjamin hal tersebut hanya berlangsung dalam hitungan hari.

“Pada saat kita melakukan pengurasan atau pembersihan, ya pastikan pipa itu kotor. Tapi kita pastikan itu tidak akan berhari-hari. Biasanya 2-3 hari kemudian sudah kembali bagus,” kata pria yang akrab disapa AH tersebut.

Meski terbuka terhadap kritik publik sebagai kontrol sosial, Andi Harun berharap informasi yang beredar tidak menggeneralisir satu kesalahan teknis sebagai kegagalan total sistem. Ia juga memberikan apresiasi khusus bagi para petugas lapangan yang bekerja tanpa henti di balik layar.

“Ada banyak karyawan yang tidak pernah kelihatan di TV, tidak pernah kelihatan di publik, tapi hampir 24 jam tugasnya mengawasi distribusi dan kualitas air. Saya harus beri support kepada mereka,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, ia mengakui bahwa kesempurnaan layanan masih terus dikejar, namun ia meminta masyarakat untuk memanfaatkan kanal pelaporan resmi jika terjadi masalah agar dapat segera ditangani.

“Laporkan saja di mana tempatnya, kita akan lakukan quick response. Tapi kalau ada satu-dua rumah terdampak saat pengurasan, jangan dipahami seolah-olah itu gambaran keseluruhan pelayanan kita,” pungkasnya. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #andi-harun #perumdam-tirta-kencana #sungai-mahakam #pdam-samarinda 

Berita Terkait

IKLAN



Berita Lainnya

Terpopuler