Rabu, 11 Februari 2026 07:33 WIB

Daerah

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Basah di Kaltim, Curah Hujan Tinggi Membayangi Hingga 20 Februari

Redaktur: Redaksi
| 0 views

Ilustrasi kondisi Kaltim yang diguyur hujan. (Istimewa).

Samarinda, Afiliasi.net - Masyarakat di wilayah Kalimantan Timur diimbau untuk tidak melonggarkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan intensitas hujan di Bumi Etam masih akan cukup tinggi setidaknya hingga 20 Februari 2026 mendatang.

Berdasarkan analisis Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, curah hujan pada dasarian kedua bulan Februari ini umumnya akan berada di kategori menengah. Namun, frekuensi terjadinya hujan tergolong sangat sering dengan peluang kejadian mencapai lebih dari 80 persen di mayoritas daerah.

“Berdasarkan prakiraan deterministik, sebagian besar wilayah Kalimantan Timur masih didominasi curah hujan kategori menengah,” jelas Kepala Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, Rabu 11 Februari 2026.

Riza menambahkan, rata-rata curah hujan diprediksi menyentuh angka 50 hingga 150 milimeter. Meski demikian, ada alarm khusus untuk wilayah Kabupaten Mahakam Ulu dan Kutai Kartanegara bagian utara. Kedua wilayah ini berpotensi diguyur hujan dengan intensitas tinggi, yakni antara 150 hingga 300 milimeter, dengan peluang kejadian di atas 50 persen.

Secara statistik, sifat hujan di Kaltim saat ini berada pada rentang 116 hingga 200 persen di atas normal. Artinya, volume air yang turun jauh lebih besar dibandingkan rata-rata historis pada periode yang sama. Walau begitu, kota-kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang diprediksi masih dalam kategori sifat hujan normal.

BMKG juga menyoroti durasi "istirahat" hujan yang sangat minim. Hingga data terakhir per 10 Februari, jeda tanpa hujan di seluruh wilayah Kaltim hanya berkisar antara 1 hingga 5 hari saja, yang masuk dalam kriteria sangat pendek. Dengan tanah yang terus-menerus basah, potensi risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor menjadi perhatian utama yang harus diantisipasi masyarakat. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bmkg-samarinda #mahakam-ulu #bmkg-apt-pranoto 

Berita Terkait

IKLAN



Berita Lainnya

Terpopuler