Selasa, 05 Juli 2022 03:41 WIB

Advetorial

Tanggapi Kebakaran Maut di Jalan AWS Samarinda, Subandi Minta Pertamini hanya Ada di Daerah Pelosok

Redaktur: Rahmadani

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Subandi. (Istimewa)

Samarinda, Afiliasi.net – Wakil Ketua DPRD Samarinda Subandi, ikut memberikan atensi atas peristiwa kebakaran maut yang terjadi di Jalan AW Syaranie pada Minggu, 17 April 2022 lalu.

Kebakaran maut yang merenggut 7 itu, disebut Subandi menambah panjang daftar peristiwa nahas dampak penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) secara ecer di tepi jalan Kota Tepian ini. 

Diberitakan sebelumnya, bahwa mobil starada yang dikemudikan oleh MR menabrakkan tempat BBM eceran yang ada di lokasi kejadian. Dampaknya, kebakaran hebat pun terjadi, sementara 8 orang yang berada dalam rumah, terjebak kepulan asap kebakaran hingga menyebabkan 7 orang tewas karena sesak nafas, sementara 1 korban selamat langsung dilarikan ke rumah sakit.

“Kasus kebakaran itu menyebabkan korban jiwa. Ternyata faktor utamanya bukan karena mobil yang menabrak. Tapi bensin yang ditabrak akhirnya menimbulkan api,” katanya, saat dikonfirmasi, Rabu 20 April 2022 sore.

Meski pernah terjadi kebakaran serupa, Subandi menguraikan bahwa insiden di Jalan Aw Syahrani merupakan peristiwa yang besar, karena hingga merenggut nyawa 7 anggota keluarga yang berada di bangunan tersebut.

Politisi PKS itu membeberkan, kebakaran yang disebabkan oleh penjualan BBM eceran itu tidak hanya terjadi di Samarinda. Pasalnya, sebit dia, di beberapa daerah lain di Kalimantan Timur (Kaltim) juga pernah terjadi hal serupa.

“Ada beberapa daerah dengan kasus yang sama, kebakaran karena Pertamina. Jadi selangnya itu konslet kemudian menyambar rumah di sekitarnya,” ungkap Subandi.

Atas peristiwa nahas itu, Subandi menilai bahwa BBM eceran tentu sangat rawan kebakaran. dan ia menilai bahwa seharusnya penjualan BBM eceran hanya dilakukan di daerah pelosok yang memang jauh dari SPBU.

“Dari sisi keamanan itu rawan sekali bahaya kebakaran. Saya harap jangan sampai kejadian serupa itu terulang kembali,” imbuhnya.

 “Harusnya bukan daerah kota gini. televisi di Sebulu atau Teluk Dalam di pinggir Makroman gitu, masih wajar. Kalau daerah pelosok gitu, kan memang daerah yang jauh dari SPBU,” pungkasnya. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #dprd-samarinda #subandi #bbm-ecer 

Berita Terkait

IKLAN