Redaktur: Redaksi
Asisten II Setkot Samarinda, Marnabas Patiroy. (Istimewa)
Samarinda, Afiliasi.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bergerak cepat merespons keluhan terkait tempias air hujan yang masuk ke dalam bangunan Pasar Pagi saat cuaca ekstrem. Proyek perbaikan ini dijadwalkan mulai digarap dalam waktu dekat dengan target penyelesaian menyeluruh pada tahun 2026.
Asisten II Setkot Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan bahwa langkah penanganan sudah masuk dalam agenda prioritas dan diharapkan mulai terlihat progresnya dalam bulan ini.
“Sudah kita programkan. Mungkin dalam bulan ini sudah terpasang itu,” ucap Marnabas saat dikonfirmasi di Berambai, Rabu 11 Februari 2026.
Marnabas menjelaskan bahwa desain awal Pasar Pagi memang sengaja dibuat terbuka demi menjaga aliran udara alami, mengingat pasar rakyat ini tidak mengandalkan pendingin ruangan (AC).
“Kalau kita tutup total, maka akses udara yang masuk akan berkurang. Itu kan pasar rakyat, enggak ada AC-nya. Jadi dulu kita minta ahli untuk kaji sirkulasinya,” jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa masalah tempias ini merupakan dampak dari anomali cuaca belakangan ini. Selama dua tahun pertama berdiri, konstruksi bangunan dinilai mampu menghalau hujan, namun arah angin dan intensitas hujan saat ini sering kali tidak menentu.
“Dua tahun dibangun enggak pernah begitu. Sekarang cuacanya beda, anomali, kadang deras sekali,” katanya.
Sebagai jalan tengah agar sirkulasi udara tetap terjaga namun air hujan tidak masuk, Pemkot akan memasang sistem penutup yang bisa disesuaikan. Area yang menjadi fokus utama adalah sisi bangunan yang berbatasan dengan Gang Pandai dan arah Temenggung.
“Nanti mungkin sistemnya sleeping door, bisa dibuka saat tidak hujan dan ditutup saat hujan deras. Tentu akan mengurangi sirkulasi tapi tidak terlalu banyak,” terangnya.
Marnabas menambahkan, penutupan akan dilakukan secara simetris di sisi kiri dan kanan bangunan untuk memastikan perlindungan maksimal dari berbagai arah angin.
“Kalau kirinya saja ditutup, kanannya enggak, nanti kacau. Jadi kiri kanan sekalian. Kadang hujan datang dari kanan, kadang dari kiri,” tegasnya.
Terkait pembiayaan, Pemkot Samarinda tengah menjajaki opsi dana Corporate Social Responsibility (CSR). Namun, jika skema tersebut tidak memungkinkan, maka perbaikan akan dikaver melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
“Kalau bisa CSR ya CSR, kalau enggak kita pakai APBD. Tapi target 2026 ini rampung,” pungkas Marnabas. (*)
TOPIK BERITA TERKAIT:
#pasar-pagi-samarinda #pemkot-samarinda #marnabas-patiroy #fasilitas-publik #apbd-samarinda-2026