Redaktur: Redaksi
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud duduk berhadapan dan berdialog dengan mahasiswa di halaman Kantor Gubernur.(Istimewa)
Samarinda, Afiliasi.net - Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Menggugat (Geram) berakhir dengan audiensi terbuka. Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, memilih menemui massa secara langsung di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/2/2026). Dalam pertemuan lesehan tersebut, Rudy menyatakan setuju dan menyepakati seluruh poin tuntutan mahasiswa, termasuk evaluasi mendalam pada program Gratispol.
Rudy memaparkan data bahwa pemerintah daerah melakukan lompatan besar dengan menargetkan 158.981 mahasiswa penerima bantuan pendidikan pada tahun 2026. Angka ini naik berkali lipat dibanding jangkauan tahun 2025 yang hanya di angka 24 ribu mahasiswa.
“Saya sampaikan menerima, menyetujui, dan menyepakati seluruh tuntutan aliansi. Program ini tanpa batasan gender maupun agama. Catatannya minimum berdomisili 3 tahun di Kaltim dan berlaku untuk jenjang S1 hingga S3,” tegas Rudy di hadapan massa aksi.
Gubernur juga memberikan klarifikasi mengenai tuduhan ketidakadilan dalam penyaringan penerima. Ia menjelaskan bahwa verifikasi akhir dilakukan oleh pihak universitas masing-masing, bukan secara sepihak oleh pemerintah provinsi. Selain itu, bantuan ini disalurkan langsung kepada 52 Perguruan Tinggi mitra untuk memangkas birokrasi.
Terkait keluhan biaya yang tidak sepenuhnya "gratis" untuk jurusan tertentu, Rudy membeberkan batasan plafon yang disesuaikan dengan aturan Kemendagri. Untuk prodi umum, pemerintah menanggung penuh UKT di bawah Rp5 Juta, sementara untuk kedokteran diberikan subsidi maksimal Rp15 Juta per semester.
Meskipun APBD Kaltim mengalami penyesuaian signifikan menjadi Rp14,25 triliun, Rudy menjamin sektor pendidikan tidak akan dipangkas. Ia memegang teguh prinsip bahwa pendidikan adalah investasi utama untuk memutus rantai kemiskinan di Benua Etam.
“Pendidikan adalah satu-satunya cara untuk memutus rantai kemiskinan dan kebodohan. Fokus kita adalah menyiapkan SDM unggul untuk menyambut masa depan Kaltim sebagai penyangga IKN,” pungkasnya.
Dialog ini berakhir dengan kondusif setelah mahasiswa mendapatkan kejelasan mengenai detail teknis dan batasan anggaran yang selama ini menjadi pertanyaan besar di kalangan akademisi. (*)
TOPIK BERITA TERKAIT:
#rudy-masud #geram-kaltim #gratispol #demo