Megawati dan Jokowi (net)
Afiliasi.net - Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Harun Masiku. Penetapan ini memicu spekulasi publik, termasuk dugaan adanya unsur politik di balik langkah hukum tersebut.
Pengamat politik Rocky Gerung menilai langkah ini merupakan bagian dari “dendam politik” mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Dalam analisisnya, Rocky menyebut Hasto hanyalah pintu masuk untuk melemahkan Megawati secara politik.
“Jokowi benar-benar tersingkir dari karir politiknya oleh orang yang membesarkan dia,” ujar Rocky dalam siniar di kanal YouTube-nya, Jumat (27/12/2024).
Menurut Rocky, Jokowi telah memanfaatkan momentum penetapan Hasto sebagai tersangka untuk mengemas upaya politiknya sebagai langkah penegakan hukum. Ia juga menyebut bahwa target utama Jokowi sebenarnya adalah Megawati.
“Sebetulnya yang mau ditersangkakan pasti Megawati kan,” tambah Rocky.
Rocky menilai, pemecatan Jokowi dari PDIP menjadi salah satu faktor pendorong utama di balik langkah tersebut. Ia juga memperkirakan dampak besar pada dinamika politik Indonesia jika Hasto benar-benar ditahan oleh KPK.
Sebelumnya, KPK menetapkan Hasto sebagai tersangka setelah melakukan gelar perkara di bawah kepemimpinan Ketua KPK, Setyo Budiyanto. Hasto diduga terlibat bersama buronan Harun Masiku dalam kasus suap kepada mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.
Hasto disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau huruf b, atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.
Selain itu, Hasto juga menjadi tersangka dalam kasus penghalangan penyidikan terkait Harun Masiku. Langkah KPK ini pun memunculkan berbagai spekulasi politik di tengah publik. (*)
TOPIK BERITA TERKAIT:
#rocky-gerung #jokowi #megawati #hasto-kritiyanto #harun-masiku #tersangka