Redaktur: Redaksi
Salah Satu Pedagang Cendramata di Kawasan Museum Mulawarman Tenggarong (Istimewa)
Tenggarong, Afiliasi.net - Pedagang di kawasan Museum Mulawarman mengeluhkan penurunan omzet yang drastis dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini dipicu oleh lokasi berjualan yang dinilai tidak strategis sehingga menyulitkan wisatawan untuk menjangkau lapak pedagang.
Sidik, salah satu pedagang yang telah berjualan sejak 2003, mengungkapkan bahwa pendapatannya saat ini hanya berkisar Rp500 ribu per hari. Angka tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Sekarang jauh menurun, tidak seperti dulu yang lumayan ramai,” ujarnya pada Jumat, 27 Maret 2026.
Penurunan ini mulai dirasakan setelah pedagang mengalami beberapa kali pemindahan lokasi, mulai dari area dalam museum, parkiran, hingga ke titik saat ini. Kondisi tersebut diperparah dengan penataan kawasan yang dianggap tidak mendukung, seperti keberadaan taman dan fasilitas yang menutupi lapak, serta minimnya papan penunjuk arah bagi pengunjung.
Meskipun menghadapi penurunan pendapatan, para pedagang tetap diwajibkan membayar biaya sewa lapak sebesar Rp400 ribu kepada pihak pengelola. Pedagang berharap adanya evaluasi terhadap penataan kawasan agar akses menuju lapak lebih terbuka dan didukung oleh penempatan fasilitas umum seperti musala atau area kuliner untuk mengarahkan arus pengunjung.
“Kalau aksesnya jelas dan terbuka, pengunjung pasti lebih banyak ke sini,” pungkas Sidik. (*)
TOPIK BERITA TERKAIT:
#museum-mulawarman #umkm-kukar #pariwisata-kaltim